Selasa, 12 Mei 2015

Tulisan Untukmu

"ini serangkaian cerita bersama mimpi yang terhenti"

apa kamu bintang yang bersinar saat langit hujan ?
apa kamu matahari yang terbit saat hujan badai ?
apa kamu tetes air dalam kekeringan ?
dan apakah kamu warna dalam abu-abuku ?
mengapa semuanya serba kamu ?
kamu dan kamu selalu berputar dalam otakku
tapi apakah aku sama dimatamu ?

pernyataan dan pertanyaan itu selau terlintas dalam otakku , berputar seperti rotasi bumi 24 jam setiap aku ingat atau membaca kembali chat aku dan kamu.
kamu tak sehangat dulu , tak seceria dulu terhadapku bahkan saat berpapasan wajahpun kamu seolah-olah tak melihatku. padahal saat itu juga mata kita beradu pandang.
entah memang karena sikapku yang terlalu peka  sehingga aku menganggapmu bukan hanya sebatas teman. karena kamu selalu datang saat aku membutukan bantuan , saat aku butuh seseorang kamu yang selalu ada , mungkin awalnya dibilang kebetulan tapi hal itu tak jarang terjadi bahkan sering sehingga aku mengapnya aku dan kamu dan ikatan batin. entah bagaimana kamu menganggapku saat itu. dan yang aku rasa saat kita bertemu dan berjalan bersama entah ada perasaan yang membuat jantungku berdebar , membuat senyuman diraut wajahku tiap aku bersama kamu, dan aku pun melihat senyuman yang sama saat aku melihatmu didepanku bercerita tentang kehidupanmu adikmu yang jail luar biasa tapi kamu sangat menyanyanginya. serta membicarakan rutinitas perkuliahan yang memberikan tugas luar biasa dan mungkin itu topik yang kurang menarik untuk diperbincangkan tapi saat kita membahasnya entah ada sihir apa yang membuatnya asik untuk diperbincangkan dan membuat aku merasa ingin waktu terhenti saat itu juga, saat kamu mengeluh tentang tugas dan menceritakan hal-hal yang konyol dengan gayamu, dan kita meceritakan mimpi dan cita-cita kita dimasa depan membuatku semakin ingin terus mendengarkan ceritamu dan tak mau jika waktu memisahkan,walaupun aku dan kamu tak tau apa yang akan terjadi besok tapi kita terus beradu argumen dan mengemukakan imipan impian kita. yang sesekali akhiri dengan senyuman dan mata yang berbinar dirau wajahmu dan tak jarang juga berakhir dengan bujukan darimu terhadapku.
semuanya berlalu bergitu indah , mungkin terlalu indah untukku, membuat ku berkhayal tentang mimpiku dan mimpimu bersama-sama terwujud dan kamu berada disampingku, sehingga makin hari aku tak ingin kehilangan kamu , aku takut dengan cewe-cewe yang mendekati kamu aku takut jika aku kalah saing dalam mendapatkan perasaanmu. mungkin benar apa dikata orang memendam perasaan dengan orang yang sering kita temui itu lebih sakit daripada sakit hati.
entah masalah apa yang terjadi dan aku pun tak tau tiba-tiba saja chat yang malam biasanya mengampiri handphone ku tak kunjung datang. chat yang biasanya hanya menanyakan bagaimana kuliah hari ini dan biasnaya membahas tentang hal yang dilakukan bersama saat siang hari yang berujung aku tak ingin malam semakin larut dan terhenti karena mata tak bisa memberikanku kesempatan untuk masih terjaga.
aku menganggap mungkin ia sibuk dan tak sempat membalas chatku. tapi keesokan harinya dan keesokan hari seterusnya tak ada chat dari dia. bahakan ketika aku sengaja mengunjungi  tempat makan dimana aku biasa bertemu dengannya disela-sela kesibukaan kampus. dia tak datang. dan akupun hapal sekali jam-jam dimana dia santai.
pernah suatu ketika aku tak sengaja bertemu dengannya mata kita beradu pandang tapi tak kulihat guratan senyuman dibibirnya yang kulihat hanya dia memalingkan wajahnya.
kamu tau sayang ? saat kamu bersikap seperti itu perasaanku campur aduk , bingung , sedih ingin marah tapi aku harus bagaimana ? aku tak bisa berbuat apapun , ingin ku tanyakan tapi aku tak mau tak ada hak untukku untuk menanyakan hal itu dan rasanya terlalu berani untuk menanyakan kenapa dia begitu saja menjauhi ku. aku sadar aku bukan siapa-siapanya.
 kali ini aku hanya bisa mengunggu. semoga waktu bisa membawa ia yang dulu kembali dan aku masih akan tetap menunggu dan menanti jawaban atas semua pertanyaanku.

Bulan dan Revolusi Matahari

aku hanya seorang pengelana
mencari dan terus mencari apa yang aku inginkan
mengejar revolusi matahari
mengejar kebahagiaan disetiap jalan yang aku lalui
menemukan tempat untuk berlabuh 
dan tempat untuk beristirahat

kini aku tersudut disebuah planet
tubuhku berada diujung sebuah pisau
dan hendak mati
namun aku masih bertahan 
karena aku terjebak diplanet yang penuh sandiwara

kasih , sayang , cinta dan setia
semua berputar diotakku sebagai mimpi

saat aku ingin bangkit aku tersudut disebuah planet
saat aku mulai melangkah layaknya gerhana
seperti bulan yang bergerak mendekati matahari 
menciptakan cincin indah saat menyentuhnya
aku tak bisa aku menjadi bulan mati

saat musim semi diplanet ini
sinar matahari mampu menyentuh hati seseorang
aku tetap menjadi bulan mati
mendung murung tanpa disentuh sinarnya
tapi apakah perjalananku akan terhenti sampai disini ?

aku bermain diplanet iniaku belajar sabar merengkuh dibawah langit
dan belajar menyelami dinginnya samudra
samudra atlantis yang dingin karena adanya gunung es
saat itu juga aku temukan sebuah hati
hatiku mulai bermain dengan dalamnya cinta
terbawa senandung oetikan dawai yang mengalun merdu
saat aku menyentuh hatinya
tapi semuanya meretas batas antara nurani dan logika
ia melihatku sebagai batukarang

saat musim hujan diplanet ini 
air hujan berlaulalang diatas kepalaku
hati itu tetap dingin dan semakin dingin
aku tetap berdiri dan menyaksikan ia yang pergi
selangkah demi selangkah redup dan pudar

jika ia tersadar tuhan ,,
bukakanlah sejuta pandangan tentangku untuknya
berilah ia setitik cahaya
cahaya mega diatas galaxy andromeda
katakan do'aku takkan pernah pudar diaats sajadahku
katakan pula namanya kusebut dalam untaian kalimat do'aku
karena ia sebagaian dari revolusiku

walaupun ketidakabadian ini cukup menyakitka
tapi apadaya .
revolusiku tak pernah sejalan dengan revolusi matahari
walaupun begitu aku tetap medo'akannya

waktu yang akan membawa dingin itu pergi jauh dari hatinya
dan aku tetap menajdi bulan mati