aku hanya seorang pengelana
mencari dan terus mencari apa yang aku inginkan
mengejar revolusi matahari
mengejar kebahagiaan disetiap jalan yang aku lalui
menemukan tempat untuk berlabuh
dan tempat untuk beristirahat
kini aku tersudut disebuah planet
tubuhku berada diujung sebuah pisau
dan hendak mati
namun aku masih bertahan
karena aku terjebak diplanet yang penuh sandiwara
kasih , sayang , cinta dan setia
semua berputar diotakku sebagai mimpi
saat aku ingin bangkit aku tersudut disebuah planet
saat aku mulai melangkah layaknya gerhana
seperti bulan yang bergerak mendekati matahari
menciptakan cincin indah saat menyentuhnya
aku tak bisa aku menjadi bulan mati
saat musim semi diplanet ini
sinar matahari mampu menyentuh hati seseorang
aku tetap menjadi bulan mati
mendung murung tanpa disentuh sinarnya
tapi apakah perjalananku akan terhenti sampai disini ?
aku bermain diplanet iniaku belajar sabar merengkuh dibawah langit
dan belajar menyelami dinginnya samudra
samudra atlantis yang dingin karena adanya gunung es
saat itu juga aku temukan sebuah hati
hatiku mulai bermain dengan dalamnya cinta
terbawa senandung oetikan dawai yang mengalun merdu
saat aku menyentuh hatinya
tapi semuanya meretas batas antara nurani dan logika
ia melihatku sebagai batukarang
saat musim hujan diplanet ini
air hujan berlaulalang diatas kepalaku
hati itu tetap dingin dan semakin dingin
aku tetap berdiri dan menyaksikan ia yang pergi
selangkah demi selangkah redup dan pudar
jika ia tersadar tuhan ,,
bukakanlah sejuta pandangan tentangku untuknya
berilah ia setitik cahaya
cahaya mega diatas galaxy andromeda
katakan do'aku takkan pernah pudar diaats sajadahku
katakan pula namanya kusebut dalam untaian kalimat do'aku
karena ia sebagaian dari revolusiku
walaupun ketidakabadian ini cukup menyakitka
tapi apadaya .
revolusiku tak pernah sejalan dengan revolusi matahari
walaupun begitu aku tetap medo'akannya
waktu yang akan membawa dingin itu pergi jauh dari hatinya
dan aku tetap menajdi bulan mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar