“Mungkin harus
ada perpisahan dahulu antara aku dan
kamu agar kita sama-sama mengetahui arti dari sebuah kehadiran karena
didalamnya terdapat rasa kehilangan”.
Kata-kata itu
selalu berputar didalam otakku kamu tau kenapa ? sejak kita sama-sama
memutuskan untuk berpisah banya pikiran dan pertanyaan yang terlontar didalam
benakku. “ selama kita bersama artinya
apa ?” , “ segampang itukah kamu bilang kata pisah ?” , “ apa selama ini kamu
ga sayang aku ? “ , “ aku cape berjuang sendirian kamu ga pernah hargain aku “
, dan banyak yang terlintas dalam pikiranku termasuk pernah menyesal telah
mengenal kamu dan menghujat sang pembuat takdir mengapa aku harus mengenal
kamu. Tapi kamu tau ? seberapa kali aku mengeluh tentang perasaan ini , entah
dinamakan apa aku pun tak tau , dan sebanyak itu pula kamu hadir dalam otakku,
melintas dalam banyangan yang aku lihat , menyusup disela-sela aksara yang aku
baca , bahkan terngiang disetiap suara yang aku dengar. Kamu tetap menjadi
salah seorang yang paling aku pikirkan. Walupun ada orang baru yang datang
memberi warna tersendiri tapi bagiku kamu adalah pelangi dihati yang abu-abu
ini. Walaupun kita sudah memilih jalan masing-masing tetap saja kamu ada dalam
otakku. Sampai pada saat ini saat dimana sekenario allah membuat aku dan kamu
dipertemukan kembali walaupun tak bertatap muka dan beradu pandang secara
langsung, melalui sebuah chat dan status disalah satu jejaring sosial dengan
kata yang sederhana namun membuat akibat
yang cukup dahsyat hatiku. Mungkin selama ini aku naif selalu mengagungkan
cinta dan sayang yang selalu aku berikan kepadamu aku yang kadang berpikir
under extimated terhadapmu yang tak bisa memberikan cinta dan sayang seperti
apa yang aku berikan kepadamu. Aku yang selalu menganggap hanya aku saja yang berjuang
sendirian. Namun setelah mendengar penjelasan dari kamu tentang perasaanmu
terhadapku, tentang semua hari yang kamu lalui setelah perpisahan kita,
tenryata selama ini aku yang hanya memandang perasaan dan hubungan denganmu
didalam pandanganku sendiri tanpa melihat bagaimana padanganmu. Lewat kata-kata
kamu yang sederhana dimalam itu diujung telfon telah menggoyangkan pendirianku
untuk segera melupakan kamu, seseorang yang telah menyia-nyiakanku namun
ternyata kamu begitu menyayangiku. Dan tanpa sadar kata-katamu menghipnotis aku
untuk kembali kemasa dimana aku dan kamu masih bersama sehingga rasa yang ingin
aku kubur dalam-dalam muncul lagi. Kamu mengatakan bahwa kamu pun sama
sepertiku merasakan kehilangan dan aku selalu muncul dihadapanmu walaupun telah
berpisah denganku dan bahkan mencoba untuk menjauhiku, entah semua itu benar
adanya atau hanya ingin membuatku senang seketika aku tak tau, tapi yang jelas
aku sekarang tenggelam dalam kenangan bersama mu. Membuatku ingin bersama seperti dahulu dengamu
, walaupun aku tak tau perasaan kamu bagaimana terhadapku tapi mendengar
kata-kata sederhana membuatku berpikir bahwa kamupun punya perasaan yang sama
sepertiku. Sekarang aku hanya bisa berharap yang etrbaik untuk kamu , aku dan
kita. Walaupun aku tak memungkiri ada keinginan untuk bersama kamu lagi
walaupun aku tau rasanya tak akan sama seperti saat dahulu, tapi aku yakin
disetiap remedial akan ada sesuatu yang baik walaupun nilainya tak begitu
tinggi.
Untukmu bintang
yang ke-100
Tidak ada komentar:
Posting Komentar